Pola Makan yang Salah Dapat Menyebabkan Penyakit Kronik

Pola makan yang tidak sehat, termasuk diet yang tidak tepat, berkontribusi cukup besar pada terjadinya penyakit kronik. Hal ini didukung oleh sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Network. Disimpulkan, hampir setengah kematian karena penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe dua, dalam sebuah grup besar di Amerika, berkaitan dengan pola makan yang salah. Pola makan atau diet yang tak sehat juga bisa mengacu pada salah memilih makanan untuk dikonsumsi. Para peneliti, yang berasal dari Tufts University di Boston, The University of Cambridge di Inggris dan Montifiore Medical Center di New York, menganalisa data National Health and Nutrition Examination Survey.


Mereka menganalisa penyebab kematian dari 70 ribu orang di 2012 akibat tiga penyakit tersebut dan mempelajari 10 faktor pola makannya. Di antaranya konsumsi minuman dengan pemanis buatan, daging olahan dan asupan sodium. Analisa tersebut menunjukkan, sekitar 45 persen kematian terkait dengan pola makan yang tidak sehat, serta dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular dan metabolik. Para peneliti kemudian meneliti 10 jenis makanan berikut, yakni garam, kacang dan biji-bijian, daging olahan, sayur, buah, seafood dengan kandungan lemak omega 3, minuman dengan pemanis buatan, biji-bijian utuh, asam lemak tak jenuh, serta daging merah tanpa proses. Angka terbesar kematian karena penyakit jantung, disumbang dari konsumsi daging olahan dan minuman dengan pemanis buatan, yang dibarengi dengan kurangnya asupan kacang-kacangan. 

Sementara risiko stroke dikaitkan dengan diet yang hanya sedikit mengkonsumsi buah dan sayuran, namun tinggi garam. Adapun risiko kematian karena diabetes banyak dikaitkan dengan konsumsi daging olahan dan minuman dengan pemanis buatan, serta kurang konsumsi biji-bijin utuh. Sedangkan makanan yang dikaitkan dengan semua jenis risiko kematian adalah garam. Pakar diet teregistrasi, Kate Patton, MEd, RD, CCSD, LD. Ms. mengatakan, studi tersebut menunjukkan bahwa pemilihan makanan yang tepat bisa memberikan dampak mendalam terhadap kesehatan. Adapun Patton sendiri tak tergabung dalam tim penelitian tersebut. Menurutnya, setiap orang perlu memperbanyak konsumsi buah dan sayuran serta menghindari daging olahan dan minumn dengan pemanis buatan. 

"Pesan lainnya adalah untuk meningkatkan konsumsi kacang-kacangan dan ikan, khususnya ikan yang kaya akan omega-3 seperti salmon dan tuna," kata Patton. Menurutnya, penting bagi setiap orang agar mengingat bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi memiliki dampak langsung terhadap risiko kesehatan. "Caranya adalah dengan memandang makanan sebagai obat dan makanan bisa benar-benar membuat kita lebih sehat atau mengurangi risiko berkembangnya penyakit kronis tersebut," kata Patton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep bubur bayi dan cara membuat makanan sehat untuk bayi umur 6 - 12 bulan

Kelezatan Nasi Kuning Khas Samarinda di Lambung Mangkurat